Karakteristik Kejadian Self-Harm Pada Remaja Di SMPN 1 Bangkinang Kota
DOI:
https://doi.org/10.70437/excellent.v4i1.210Keywords:
Self-Harm, Karakteristik, RemajaAbstract
Perilaku self-harm pada remaja menjadi isu kesehatan mental yang mengkhawatirkan, terutama di masa transisi pubertas di mana emosi labil sering memicu mekanisme coping maladaptif seperti melukai diri tanpa niat bunuh diri. Di Indonesia, prevalensi self-harm mencapai 20-37% pada remaja SMP, dengan perempuan lebih rentan akibat tekanan sosial, bullying, dan konflik keluarga. Kajian karakteristik kejadian ini esensial untuk intervensi dini, mengingat dampaknya mencakup depresi, infeksi fisik, isolasi sosial, dan risiko eskalasi ke perilaku berat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik kejadian self-harm pada remaja siswa SMPN 1 Bangkinang Kota tahun 2026 berdasarkan jenis kelamin, usia, dan tingkat keparahan (ringan, sedang, berat). Populasi adalah seluruh siswa kelas VII-VIII SMPN 1 Bangkinang Kota (n=800). Sampel sebanyak 114 responden diambil secara total sampling dari skrining awal menggunakan Self-Harm Inventory for Adolescents (SHIA-18), dengan kriteria inklusi siswa berusia 13-14 tahun yang melaporkan riwayat self-harm. Dari 114 responden (50 laki-laki/43,9%, 64 perempuan/56,1%; 5 usia 13 tahun/4,4%, 109 usia 14 tahun/95,6%), self-harm kategori ringan dominan (81 kasus/71,1%), sedang 19 kasus (16,7%), dan berat 14 kasus (12,3%). Perempuan usia 14 tahun paling banyak terlibat pada kategori ringan-sedang (p<0,05). Sekolah disarankan rutinkan skrining SHIA-18, konseling emosi, dan edukasi orang tua/guru untuk pencegahan eskalasi self-harm berat.
Downloads
References
Agustin, D., Fatria, R. Q., & Febrayosi, P. (2020). Analisis Butir Self-Harm Inventory. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 3(2), 396–402. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v3i2.3880
Alini A, Said FM, Aprilla N, Nofrika B. Anxiety, Self-Esteem, Bullying, and Peer Problems as Correlates of Self-Harm Behavior Among Adolescents in Kampar Regency, Riau Province, Indonesia. https://www.journalmpci.com/index.php/jhnr/article/view/480
Asyafina, N., & Salam, N. E. (2022). Fenomena Mahasiswa Pelaku Self Harm Di Kota Pekanbaru. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(3), 13930–13936. Https://Doi.Org/10.31004/Jptam.V6i3.4820
Elmanisa, Yastitia. (2022). Dinamika Perilaku Self-Harm pada Siswa SMP Y Palembang. Repository Raden Fatah. http://repository.radenfatah.ac.id/31305/
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2025, April). Kelompok Usia. https://ayosehat.kemkes.go.id/kategori usia/remaja#:~:text=Remaja%20merupakan%20kelompok%20usia%2010,m empertahankan%20dan%20meningkatkan%20kesehatan%20dirinya.
Li, X., Liu, X. L., Wang, Y. J., Zhou, D. S., & Yuan, T. F. (2023). The effects of childhood maltreatment on adolescent non-suicidal self-injury behavior: mediating role of impulsivity. Frontiers https://doi.org/10.3389/fpsyt.2023.1139705
Munisa, M. (2025). Indonesian Version of the Risk-Taking and Self-Harm Inventory for Adolescents: Validation and Psychometric Testing. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, https://doi.org/10.51214/002025071346000
Putri, A. D. S. (2022). Self Harm pada Remaja Putri di Kota Medan. Universitas Medan Area.
Putri, A. D. S., & Afdal, A. (2024). Kecenderungan Berperilaku Menyakiti Diri Sendiri (Self Harm) pada Siswa SMA X di Kota Padang. Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah & Hukum Islam, 5(2), 1-15. Diakses dari https://ejournal.yasin-alsys.org/ahkam/article/view/4075
Syafitri, Annisa Nur. (2023). Hubungan antara Bullying dengan Self-harm pada Remaja: Studi Literatur. https://repository.unpad.ac.id/items/3410ae01-32f4-4984-8b38-19d36b4810db
World Health Organization (WHO). (2019, July 18). Adolescent health. https://www.who.int/southeastasia/health-topics/adolescent-health
Downloads
Published
License
Copyright (c) 2025 Alini Alini, Nia Aprilla, Bri Novrika (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
