Karakteristik Penderita Resiko Perilaku Kekerasan
DOI:
https://doi.org/10.70437/excellent.v4i1.205Keywords:
lama waktu, pendidikan, perilaku kekerasan, umur, pekerjaanAbstract
Gangguan jiwa adalah suatu sindroma atau pola psikologis atau perilaku yang penting secara klinis yang terjadi pada seseorang dan dikaitkan dengan adanya distress atau disabilitas disertai peningkatan risiko kematian yang menyakitkan, nyeri, disabilitas, atau sangat kehilangan kebebasan. Salah satu bentuk gangguan kejiwaan adalah resiko perilaku kekerasan. Karakteristik responden yang dapat mempengaruhi resiko perilaku kekerasan diantaranya adalah umur, jenis kelamin, pendidikan dan lama waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita resiko perilaku kekerasan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 21 s/d 26Agustus 2023. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Tampan Propinsi Riau. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh penderita resiko perilaku kekerasan yang berjumlah 23 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada rentang usia produktif (15-50 th) sebanyak 28 responden (93,3%), pada karakteristik pendidikan sebagian besar berpendidikan rendah sebanyak 26 responden (86,7% , sebagian besar responden tidak bekerja yaitu sebanyak 18 responden (60,0%) dan sebagian besar responden berada pada rentang waktu lama menderita 6 Bulan yaitu sebanyak 18 responden (60,0%). Disarankan kepada Rumah Sakit Jiwa Tampan Propinsi Riau untuk dapat memberikan penyuluhan mengenai resiko perilaku kekerasan dan pencegahannya.
Downloads
References
Dinas Kesehatan Provinsi Riau. (2021). Profil kesehatan Provinsi Riau tahun 2021. Dinas Kesehatan Provinsi Riau.
Fazel, S., Smith, E. N., Chang, Z., & Geddes, J. R. (2018). Risk factors for violence in patients with schizophrenia: A systematic review and meta-analysis. PLoS Medicine, 15(8), e1002606. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1002606
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pelayanan keperawatan kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan (Edisi revisi). Rineka Cipta.
Pardede, J. A., Harahap, I., & Simanjuntak, G. V. (2020). Masalah keperawatan jiwa pada pasien skizofrenia rawat inap di rumah sakit jiwa. Jurnal Keperawatan Jiwa, 8(2), 135–144. https://doi.org/10.26714/jkj.8.2.2020.135-144
Sari, N. P., & Yuliana. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan risiko perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia. Jurnal Keperawatan Jiwa, 9(1), 45–54. https://doi.org/10.26714/jkj.9.1.2021.45-54
Smith, A., Jones, B., & Lee, C. (2020). Social determinants of mental health and aggressive behavior. Journal of Psychiatric Research, 129, 1–8.
(Silakan sesuaikan volume/halaman bila data final berbeda)
Stuart, G. W. (2019). Principles and practice of psychiatric nursing (11th ed.). Elsevier.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
World Health Organization. (2018). Mental health: Strengthening our response. World Health Organization.
World Health Organization. (2022). World mental health report: Transforming mental health for all. World Health Organization.
Downloads
Published
License
Copyright (c) 2025 Nia Aprilla, Bri Novrika (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
