Hubungan Pengalaman Operasi dan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Pre Operasi Fraktur

Authors

  • Adam Suri Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Author
  • Muhammad Nurman Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Author
  • Erlinawati Erlinawati Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Author

DOI:

https://doi.org/10.70437/excellent.v4i2.259

Keywords:

Pasien Fraktur, Pre Operasi, Tingkat Kecemasan

Abstract

Kecemasan yang tidak terkendali pada pasien pre operasi dapat memperburuk masalah kesehatan fisik dan mental. Kecemasan pada pasien yang akan menjalani pembedahan dapat berdampak negatif pada prosedur operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengalaman operasi dan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien pre fraktur di Ruang Zaidar Aulia Hospital. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang mengalami fraktur yang masuk rumah sakit dan rawat inap di Ruang Zaidar Aulia Hospital dan akan menjalani operasi yang berjumlah  33 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang mengalami fraktur yang masuk rumah sakit dan rawat inap di Ruang Zaidar Aulia Hospital dan akan menjalani operasi yang berjumlah  33 orang dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner HRS-A (Hamilton Rating Scale for Anxiety) dan kuesioner dukungan keluarga menggunakan skala likert yang terdiri dari 20 pernyataan. Hasil uji kuesioner dengan 20 item soal didapakan r hitung 0,935. Item soal dinyatakan valid apabila jika r hitung lebih besar dari r table (0,576) pada taraf signifikan 5 % atau α = 0,05 yaitu r hitung > r table.  Berarti kuesioner dukungan keluarga tersebut valid. Untuk uji reliabilitas diperoleh nilai alpha cronbach 0,935. Hasil statistik menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara  pengalaman operasi, dan dukungan keluarga responden dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi fraktur, nilai P value ≤  0,05. Diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan edukasi terkait prosedur operasi dan dukungan keluarga agar pasien tetap semangat serta tidak merasa cemas akan prosedur operasi yang akan dilakukan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Chandra, F. (2020). Manajemen Non Farmakologis Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi. 1–3.

Dinas Kesehatan Riau. (2024). Profil Kesehatan Kota Pekanbaru Demur, D. R. S. N. Hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe II. In Prosiding Seminar Kesehatan Perintis. Prosiding Seminar Kesehatan Perintis, 1(1).

Direja , Ade Herman Surya. (2014). Buku Ajar Keperawatan Asuhan Jiwa. Yogyakarta:Nuha Medika

Erawan, W., Opod, H., & Pali, C. (2013). Perbedaan Tingkat Kecemasan Antara Pasien Laki-Laki Dan Perempuan Pada Pre Operasi Laparatomi Di Rsup. Prof.Dr.R.D. Kandou Manado. Jurnal E-Biomedik, 1(1), 642–645.

Hawari, D., Tingkat, G., Pada, K., Pre, P., Medan, P., & Medan, P. (2019). Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Oprasi Di Ruang Bedah RSUD DR . Pirngadi Medan. Pebriana Pane Jurusan Keperawatan Poltekes Kemenkes Medan Abstrak.

Hidayat, A. A. A. (2015). Metode Penelitian Paradigma Kuantitatif.

Hidayat, R. (2021). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Di Ruangrawat Inap Bedah Rsud Jenderal Ahmad Yani Kota Metro Provinsi Lampung Tahun 2021 (Doctoral Dissertation, Tanjungkarang).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2020). Info datin tetap produktif, cegah, dan atasi Diabetes Melitus Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. p. 1–10.

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam. (2008). Konsep dan Penerapan Metodelogi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Octavia, V. (2019). Hubungan Tingkat Pengetahuan Pasien Terhadap Kecemasan Pasien Yang Akan Dilakukan Corangiography Standby PCI di RS. Jantung Jakarta (Doctoral dissertation, Universitas Binawan).

Oktarini, S., & Prima, R. (2021). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Fraktur Pre Operasi. Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences), 10(1), 54–62.

Palla, A., Sukri, M., & Suwarsi. (2018). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Iqra, 7(1), 45–53.

Potter, & Perry. (2006). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktek (4 ed., Vol. 2). Jakarta: EGC.

Sari, yuli permata, Riasmini, ni made, & Guslinda. (2020). Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Preoperasi Bedah Mayor di Ruang Teratai. Menara Ilmu, XIV(02), 133–147.

Sitinjak, M. P., Dewi, D. A. M. S., & Sidemen, I. G. P. S. (2022). Gambaran Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Pembedahan Ortopedi di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah.

Sugiartha, P. A., Juniartha, I. G. N., & Kamayani, M. O. A. (2021). Gambaran Kecemasan Pada Pasien Pra-Operasi Di Rsud Buleleng. Coping: Community of Publishing in Nursing, 9(3), 305.

Utomo, H. (2019). Distribusi Tingkat Kecemasan pada Pasien Preoperasi Bedah Elektif di RSUP Haji Adam Malik Medan.

Vellyana, D., Lestari, A., & Rahmawati, A. (2017). Faktor-Faktor Berhubungan dengan yang Tingkat Kecemasan pada Pasien Preoperative di RS Mitra Husada Pringsewu. Jurnal Kesehatan, 8(1), 108.

World Health Organization (WHO). (2020). Prevalensi kasus pembedahan 2020.

Downloads

Published

2026-06-30

Issue

Section

Articles

Categories

How to Cite

Suri, A. ., Nurman, M., & Erlinawati, E. (2026). Hubungan Pengalaman Operasi dan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Pre Operasi Fraktur. Excellent Health Journal, 4(2), 281-287. https://doi.org/10.70437/excellent.v4i2.259

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

31-40 of 121

You may also start an advanced similarity search for this article.