Hubungan antara Kebiasaan Makan dan Tingkat Stres dengan Kejadian Gizi Lebih pada Remaja di SMA Negeri 1 Bangkinang Kota Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.70437/excellent.v4i1.211Keywords:
gizi lebih, kebiasaan makan, remaja, tingkat stresAbstract
Gizi lebih pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang, baik fisik maupun psikologis. Kondisi ini kerap dipicu oleh kebiasaan makan yang kurang baik dan tingkat stress yang dialami oleh remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kebiasaan makan dan tingkat stress dengan kejadian gizi lebih pada siswa SMA Negeri 1 Bangkinang Kota tahun 2025. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan tanggal Juni 2025, sampel berjumlah 132 siswa kelas X dan XI yang dipilih melalui stratified random sampling dari total populasi 439 siswa. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri (berat dan tinggi badan) untuk menentukan kejadian gizi lebih, variabel kebiasaan makan (SQ-FFQ), dan tingkat stres (Perceived Stress Scale/PSS-10). Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan 36% responden mengalami gizi lebih, 35,3% memiliki kebiasaan makan yang tidak baik, 66% mengalami stress tingkat sedang. Terdapat hubungan bermakna antara kebiasaan makan dan tingkat stress dengan status gizi lebih (p=0,000). Disarankan pada siswa/i untuk mulai memperbaiki kebiasaan makan yang kurang baik dan mengelola stress dengan baik agar terhindar dari gizi lebih.
Downloads
References
Hanum, F. N., & Maulida, F. (2023). Pengaruh media sosial, body image dan pola makan pada remaja penari bukittinggi. Amerta Nutrition, 7(4), 546–554. https://doi.org/10.20473/amnt.v7i4.2023.54 6-554
Lestari, N. R., Nofiartika, F., & Widodo, S. T. M. (2022). Body image perception, teman sebaya, dan kebiasaan makan pada remaja putri di Jurusan Seni Tari, SMKI Yogyakarta. Ilmu Gizi Indonesia, 5(2), 151. https://doi.org/10.35842/ilgi.v5i2.322
Karger C, Stein R, Korner A. 2023. Stress, Stress Reduction and Obesity in Childhood. Horm Res Paediatr (2023) 96 (1): 88–96. https://doi.org/10.1159/000519284
Najdah N. Kebiasaan makan dan status gizi pada remaja di Mamuju. Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan. 2023
Notoatmodjo. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. PT RINEKA CIPTA, 1–236. https://doi.org/IKAPI No. 112/DKI/90
Pradigdo, S. F., Nugraheni, S. A., & Putri, R. N. (2023). Lifestyle sebagai Faktor Risiko Overweight Remaja. Amerta Nutrition, 7(2SP), 232–237.
Purwaningsih, G., & Sumarmi, S. (2022). Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi pada Remaja di SMA Muhammadiyah 7 Sutorejo Surabaya. Media Gizi Kesmas, 11(2), 399–406. https://doi.org/10.20473/mgk.v11i2.2022.399-406
Purwanti, A. D., & Marlina, Y. (2022). Gambaran persepsi citra tubuh, pengetahuan gizi seimbang, dan perilaku makan remaja putri di SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. Jurnal Kesehatan Komunitas, 8(2), 257–267. https://doi.org/10.25311/keskom.vol8.iss2.1 075
Safitri, S. F., & Rizal, G. L. (2020). Hubungan Body Image dengan Self Confidence pada Remaja Overweight yang Mengalami Body Shaming. Jurnal Pendidikan Tambusai, 4(3), 2360–2367.
Simangunsong, D. M. T., & Simatupang, C. A. (2025). Mahasiswa Obesitas FK Universitas HKBP Nommensen. 9, 1870–1874.
SKI. (2023). Dalam Angka Dalam Angka. Survei Kesehatan Indonesia, 1–965.
Wardani HS. Stress level and emotional eating in obese and non-obese adolescents. (2024). Analisis hubungan stres dengan perilaku makan emosional yang berkontribusi pada obesitas
WHO. (2023). Working for a brighter, healthier future How WHO improves health and promotes well-being for the world’s adolescents: Second edition. https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/376861/9789240093966-eng.pdf?sequence=1&isAllowed=y
Downloads
Published
License
Copyright (c) 2025 Nur Afrinis, Any Tri Hendarini (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
