Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan di Puskesmas Sei Lekop Kabupaten Bintan

Authors

  • Endang Puji Rianti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang,  Indonesia Author
  • Wiwiek Liestyaningrum Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang,  Indonesia Author
  • Zakiah Rahman Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang,  Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.70437/excellent.v1i2.15

Keywords:

Kejadian stunting, Balita, Usia 24-59 bulan

Abstract

Stunting merupakan akibat kekurangan gizi yang terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan anak yang dapat menyebabkan hambatan pada pertumbuhan fisik, kerentanan terhadap penyakit, perkembangan kognitif dan juga berdampak pada resiko terjadinya penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yaitu dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan sampel penelitian secara random sampling yang terdiri dari 62 responden balita usia 24-59 bulan. Penelitian ini menggunakan alat ukur berupa buku KIA dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan pada faktor-faktor terhadap kejadian stunting pada pola asuh ibu dengan p value sebesar 0,006 (≤ 0,05), cara pemberian makan p value sebesar 0,000 (≤ 0,05), kebersihan lingkungan p value sebesar 0,002 (≤ 0,05), kemiskinan/pendapatan p value sebesar 0,008 (≤ 0,05), pengetahuan ibu p value sebesar 0,008 (≤ 0,05), dan tidak ada hubungan terhadap kejadian stunting pada ANC dan post natal care p value sebesar 0,381 (> 0,05), faktor infeksi p value sebesar 0,355 (> 0,05), riwayat BBLR p value sebesar 0,626 (> 0,05) yang menggunakan uji analisis chi-square. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukan adanya hubungan pada faktor pola asuh ibu, cara pemberian makan, kebersihan lingkungan, kemiskinan/pendapatan, dan pengetahuan ibu terhadap kejadian stunting pada balita usia 34-59 bulan di Puskesmas Sei Lekop Kabupaten Bintan Tahun 2022. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi sumber informasi mengenai stunting bagi tenaga kesehatan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adriana, 2013. Tumbuh Kembang dan Terapi Bermain pada Anak. Jakarta: Salemba Medika.

Adriani, M. Kartika, V. 2011. Pola Asuh Makan Pada Balita Dengan Status Gizi Kurang Di Jawa Timur, Jawa Tengah Dan Kalimantan Tengah,Tahun 2011: Universitas Airlangga.

Aguayo, V.M., Badgaiyan, N., and Paintal, K. Determinants of Child Stunting in The Royal Kingdom of Bhutan: an in-depth Analysis of Nationality Representative Data. Maternal & Child Nutrition 2014; 11: pp. 333–345.

Alfarisi, R., Nurmalasari, Y. and Nabilla, S. (2019) ‘Status Gizi Ibu Hamil Dapat Menyebabkan Kejadian Stunting Pada Balita’, Jurnal Kebidanan Malahayati, 5(3), pp. 271–278. doi: 10.33024/jkm.v5i3.1404.

Almatsier, S., 2012. “Prinsip Dasar Ilmu Gizi.” Jakarta: Gramedia Pustaka.

Almatsier, S. (2018). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Amini A. Hubungan Kunjungan Antenatal Care dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-59 Bulan Di Kabupaten Lombok Utara Provinsi NTB. Universitas Aisyiyah; 2016.

Aramico, dkk. 2013. Hubungan Sosial Ekonomi, Pola Asuh, Pola Makan dengan Stunting pada Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah. Aceh Tengah.

A, R. I., Ibrahim, & Damayanti, (2014 ) D. S. (N.D.).Hubungan Pola Asuh Dengan KejadianStunting Anak Usia 24-59 Bulan DiPosyandu Asoka Ii Wilayah Pesisir Kelurahan Berombang KecamatanTamalate Kota Makassar. Public Health Science Journal, 6(2).

Arini Hayati dkk. 2021. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan . http://dx.doi.org/10.26418/tjnpe.v2i1.41847

Ariyanti, S. (2015). Analisis Faktor Resiko Kejadian Stinting pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Tiga Kabupaten Pidie (Tesis). Repository Universitas Diponegoro.

Astutik, Rahfiludin, M. Z. and Aruben, R. (2018) ‘Jurnal Kesehatan Masyarakat Volume 6, Nomor 1, Januari 2918 (ISSN:2356-3346)’, Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Balita Usia 24-59 Bulan (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Gabus II Kabupaten Pati Tahun 2017), 6(1), pp. 409–418.

Bentian, Irmawaty, Mayulu, N. Rattu A. J. M. Faktor Resiko Terjadinya Stunting Pada Anak Tk Di Wilayah Kerja Puskesmas Siloam Tamako Kabupaten Kepulauan Sangihe Propinsi Sulawesi Utara. Universitas Sam Ratulangi Manado: Vol, 5. No, 1.: 2015

Boah, M. et al.(2019) ‘The epidemiology of undernutrition and its determinants in children under five years in Ghana’, PLoS ONE, 14(7), pp. 1–24. doi: 10.1371/journal.pone.0219665.

Bappenas. Better Growth through Improved Sanitation and Hygiene Practices. World Bank. 2014 Chamidah, A.N. (2018). Deteksi Dini Perkembangan Balita Dengan Metode DDST II Di Posyandu

Wilayah Kerja Puskesmas Juanda Samarinda. Jurnal Endurance, 3(2), 367-374. DOI: https://doi.org/10.22216/jen.v3i2.3149

Dinkesprovkepri, 2021. Diakses tanggal 8 Juli 2022. https://www.dinkesprovkepri.org/index.php/9- berita/562-8-aksi konvergensi-percepatan-pencegahan-stunting-provinsi-kepri.

Evy Noorhasanah dkk.2021. Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Kejadian Stunting Anak Usia 12-59 Bulan. Jurnal Ilmu Keperawatan Anak. Vol 4 No 1, May 2021 DOI: http://dx.doi.org/10.26594/jika.4.1.2021. 37-42 e- ISSN 2621-296X.

Fajrina, N. (2016) ‘Stunting Pada Balita Di Puskesmas’, Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas ’Aisyah Yogyakarta. Yogyakarta.

Fatimah, N. S. H. & Wirjatmadi, R. B. Tingkat Kecukupan Vitamin A, Seng dan Zat Besi Serta Frekuensi Infeksi Pada Balita Stunting dan Non Stunting. Media Gizi Indonesia. 13, 168–175 (2018).

Febriani Dwi B, N. A. (2020). Hubungan antara Pola Asuh Keluarga dengan Kejadian Balita Stunting pada Keluarga Miskin diPalembang. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas.

Febri saulina hasibuan.2022."hubungan pola pemberian makanan dengan kejadian stunting pada balita usia 24- 59 bulan di Desa Aek Nauli Kecamatan Hulu Sihapas Kabupaten Padang Lawas Utara" FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS AUFA ROYHAN DIKOTA PADANGSIDIMPUAN.

https://repository.unej.ac.id.

Festy P. 2019. Analisis faktor risiko pada kejadian berat badan lahir rendah di Kabupaten Sumenep, 1–13. http://fik.umsurabaya.ac.id/sites/de.

Firda Royhana Yusuf (2022)” faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting Pada Balita Usia 24-

bulan di wilayah kerja Puskesmas Selomerto 1 Kabupaten Wonosobo. DIV Keperawatan Semarang : Semarang., 202

Fitri 2012. Berat lahir sebagai faktor dominan terjadinya Stunting pada balita (12-59 bulan) di Sumatera (Analisis Data Riskesdas 2010). Universitas Indonesia.

Habimana, S. and Biracyaza, E. (2019) ‘Risk Factors Of Stunting Among Children Under 5 Years Of Age In The Eastern And Western Provinces Of Rwanda: Analysis Of Rwanda Demographic And Health Survey 2014/2015.’, Pediatric health, medicine and therapeutics, 10, pp. 115–130. doi: 10.2147/PHMT.S222198.

Hidayat, A. N. and Ismawati (2019) ‘Faktor-Faktor Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Upt Puskesmas Kramatwatu Kabupaten Serang’.

Hidayah F. 2013. ASI Eksklusif sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-24 Bulan di Kota Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Hidayat. (2014). Pengantar ilmu keperawatan anak. Jakarta : Salemba Medika.

Hien NN,K.S. (2015). Nutritional status and the characteristics related to malnutrition in children under five years of age in Nghean, Vietnam. J Prev Med Public Health, 41(2),232 – 240.

Ibrahim IA et al., 2019. Analisis determinan kejadian Growth Failure (Stunting) pada anak balita usia 12–36 bulan diwilayah pegunungan Desa Bontongan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang. Al-Sihah: Public Health Science Journal Vol. 11 No.1:50 – 64.

Kemdikbud, 2022. Prevalensi stunting Indonesia 2022 masih diatas standar who 37 pasangan usia subur alami anemia: Penulis Eko. Diakses tanggal 8 Juli 2022. Kemendagri, 2022. Diakses tanggal 4 Juli 2022.

Kemenkes RI (2018)‘Buletin Stunting’, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 301(5), pp.

–1178.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia . Hasil Riskesdas Tahun 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. 2013

Kementerian Kesehatan RI. 2012. Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak Ditingkat Pelayanan Kesehatan Dasar. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI. 2018. Situasi Balita Pendek (STUNTING) di Indonesia. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.

La Ode Alifariki. 2020. Gizi Anak dan Stunting (Heriviyatno Julika Siagian & Mariany,eds.). Yogyakarta: Leutikaprio. Retrieved from https://books.google.co.id/books?id=e9kZEAAAQBAJ&printsec=frontcover &dq=konsep+balita&hl=en&sa=X&ved=2ahUKEwio6aykr3vAhXAILcAHS 9DD_c4qgEQ6AEwB3oECAQQAg#v=onepage&q&f=false

La Ode, Alifariki. 2020. Gizi Anak dan Stunting . Diakses pada pukul 08.55 WIB tanggal 19 Oktober 2022.

Liza Tanzil dkk. 2021. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan. http://ejurnalmalahayati.ac.id/. Jurnal Kebidanan Volume 7, Nomor 1, Januari 2021.

Mardani RAD, Wetasin K, Suwanwaiphatthana W. 2015. Faktor prediksi mempengaruhi terjadinya Stunting pada anak usia dibawah lima tahun. Jurnal Kesehatan.

Maryunani. 2010. Ilmu Kesehatan Anak Dalam Kebidanan. Jakarta: CV. Trans Info Media.

Manik, F.K. (2019). Gambaran Konsumsi Protein Pada Balita Stunting Di Desa Sidoharjo 1 Pasar Miring Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang. Karya Tulis Ilmiah. Politeknik Kesehatan Medan Jurusan Gizi Program Studi Diploma III Sumatera Utara.

Martorell, R., Horta, B.L., Adair, L.S., Stein, A.D., Richter, L., Fall, C.H.D.,Bhargava, S.K., Biswas, S.K.D., Perez, L., Barros, F.C., Victora, C.G. Weight Gain in the First Two Years of Life Is an

Important Predictor of Schooling Outcomes in Pooled Analyses from Five Birth Cohorts from Low and Middle-Income Countries. J Nutr, 140(2):348-354. 2010

Maryanto S, Anugrah RM. 2015. Hubungan Antara Penyakit Tuberkulosis Paru (TB Paru) dan BBLR dengan Kejadian Stunting pada Siswa Kelas 1 Di SD Negeri Sambek Kecamatan Wonosobo Kabupaten Wonosobo.

Maas, L.T. Kesehatan Ibu dan Anak: Persepsi Budaya dan Dampak Kesehatannya. FKM Universitas Sumatera Utara. USU Digital Library; 2004

Mitra, M. (2015) ‘Permasalahan Anak Pendek (Stunting) dan Intervensi untuk Mencegah Terjadinya Stunting (Suatu Kajian Kepustakaan)’, Jurnal Kesehatan Komunitas, 2(6), pp. 254–261. doi: 10.25311/jkk.vol2.iss6.85.

Mikhail WZA, Sobhy HM, El-Sayed HH, Khairy SA, Abu-Salem HYH, Samy MA, 2013. "Effect Of Nutritional Status Of Growth Pattern Of Stunted Preschool Children In Egypt." Academic Journal of Nutrition. 2(1):1-9

Murti LM, Budiani NN, Darmapatni MWG. Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Gizi balita dengan KejadianStunting Anak Umur 36-59 Bulan Di Desa Singakerta Kabupaten Gianyar. J Ilm Kebidanan [Internet]. 2020;8:63–9. Available from: http://repository.poltekkes- denpasar.ac.id/1080/3/BAB II.pdf

Najahah I, Adhi KT, Pinatih GI. 2013. Faktor risiko balita stunting usia 12-36 bulan di Puskesmas Dasan Agung Mataram Nusa Tenggara Barat. Artikel penelitian. Diakses: 27 Januari 2022. http: // www. repository.unhas.ac.id.

Nashikhah R. 2012. “Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Balita Uisa 24-36 Bulan di Kecamatan Semarnag Timur. Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

Nasution, D., Nurdiati, D. S., & Huriyati, E. 2014. Berat badan lahir rendah (BBLR) dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 11(1), 31-37.

Niga, D. M., & Purnomo, W. (2016). Hubungan Antara Praktik Pemberian Makanan, Perawatan kesehatan dan Kebersihan Anak dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 1-2 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Oebobo Kota Kupang. Jurnal Wiyata, 151.

Nurmalasari, Y., Anggunan, A. and Febriany, T. W. (2020) ‘Hubungan Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu Dan Pendapatan Keluarga Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-59 Bulantingkat Pendidikan Ibu Dan Pendapatan Keluarga Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-59 Bulan Di Desa Mataram Ilir Kecamatan Seputih Surabaya Tahun 2019’, Jurnal Kebidanan Malahayati, 6(2), pp. 205– 211. doi: 10.33024/jkm.v6i2.2409.

Nurmalasari, Y dan Septiyani, D. F. 2019. Pola Asuh Ibu Dengan Angka Kejadian Stunting Balita Usia 6-59 Bulan.

Jurnal Kebidanan, 5(4), pp. 381–388.

Octaviana, E. S. L., Noorhidayah, & Aulia Rachman. (2021). Riwayat Kunjungan Antenatal Care dan Riwayat Kunjungan Posyandu sebagai Determinan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin. Jurnal Kesehatan Indonesia, XI(2), 2–7.

Oktavia Ningtias, L. and Solikhah, U. (2020) ‘Perbedaan Pola Pemberian Nutrisi pada Balita dengan Stunting dan Non- Stunting di Desa Rempoah Kecamatan Baturaden. Jurnal Ilmu Keperawatan Anak, 3(1), pp. 1– 8.

PMK RI / Peraturan Menteri Kesehatan Ripublik Indonesia (2020). Standar Antropologi Anak. Diakses pada pukul 23.55 WIB tanggal 18 Oktober 2022. R, Hakimi M, Pramono D. Hubungan ANC Dengan Kejadian BBLR Di Kabupaten Purbalingga [Internet]. Universitas Gajah Mada; 2015. Tersedia pada: http://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/ detail/84948

Rahayu, B., & Darmawan, S. (2019).Karakteristik Balita, Orang Tua, Higiene Dan Sanitasi Lingkungan Terhadap Stunting Pada Balita. Binawan Studnt Journal.

Rahmadi A 2016. Hubungan berat badan dan panjang badan lahir dengan kejadian Stunting anak 12-59 bulan di provinsi lampung. Jurnal Keperawatan, Vol XII, No.2: 209- 2018.

Renyoet, B. S. (2012). Hubungan pola asuh dengan kejadian stunting anak usia 6-23 bulan di wilayah pesisir kecamatan tallo kota makassar. Jurnal Nutrient Science (PA-NSC, 1-13.

Riana Pardede. (2017). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Kacamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatra Utara Tahun 2017.(Skripsi).Universitas Sumatera Utara : Sumatera Utara.

Risani R, N. (2017). Pola Asuh pemberian makan pada Bayi Stunting Usia 6-12 bulan di kabupaten sumba tengah

, Nusa Tenggara Timur. Journal of Nutrition College.

Saifuddin, A. (2014). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.Jakarta :Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiharohardjo .

Sani, M., Solehati, T. and Hendarwati, S. (2020) ‘Hubungan usia ibu saat hamil dengan stunted pada balita 24-59 bulan’, Holistik Jurnal Kesehatan, 13(4), pp. 284–291. doi: 10.33024/hjk.v13i4.2016.

Sukmawati, S. et al.(2018) ‘Status Gizi Ibu Saat Hamil, Berat Badan Lahir Bayi Dengan Stunting Pada Balita Usia 06-36 Bulan Di Puskesmas Bontoa’, Media Gizi Pangan, 25(1), p. 18. doi: 10.32382/mgp.v25i1.55.

Susanti. 2018. Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Gizi Balita dengan Status Gizi Balita di Puskesmas Botania Kota Batam Tahun 2017. Ensiklopedia of Journal, Vol. 1 No. 1 (2018).

Thamaria, Netty. Penilaian Status Gizi. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. 2017.

Trihono, dkk. Pendek (stunting) di Indonesia, Masalah dan Solusinya. Badan Penelitian dan pengembangan Kesehatan. Jakarta : 23-37. 2015.

UNICEF, 2021. Jumlah Balita Stunting Di Dunia Menurun Tapi Tak Merata: Databoks.katadata.co.id. diakses pada pukul 14.00WIB tanggal 8 juli 2022. Varela‐ Silva, M. I., Azcorra, H., Dickinson, F., Bogin, B., & Frisancho, A. R. 2009. Influence of maternal stature, pregnancy age, and infant birth weight on growth during childhood in Yucatan, Mexico: a test of the intergenerational effects hypothesis. American Journal of Human Biology, 21(5), 657-663.

Vir, S. C. (2016) ‘Improving women’s nutrition imperative for rapid reduction of childhood stunting in South Asia: Coupling of nutrition specific interventions with nutrition sensitive measures essential’, Maternal and Child Nutrition, 12, pp. 72–90. doi: 10.1111/mcn.12255.

Wahid, K. (2020). Analisis WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) terhadap Kejadian Stunting Pada Baduta di Kabupaten Mamuju. Universitas Hasanuddin, 20-21.

Wati L, et al (2022). Hubungan Asupan Gizi dengan Kejadaian Stunting pada Anak di Desa Padang Kecematan Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya. Volume. 10 Nomor 1 Edisi Khusus 2022. Jurnal Biology Education. Diakses pada Pukul 14.45WIB tanggal 23 Oktober 2022. Wati, S. P. (2018). Hubungan Tingkat Pendidikan, Pengetahuan Ibu Dan Pendapatan Orangtua Dengan Status Gizi Anak Balita Usia 1-5 Tahun Di Desa Duwet Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten. Universitas Muhammadiyah Surakarta, 1–20.

Yang XL, Ye RW, Zheng JC, & Jin L et al. 2010. Ana-lysis on influencing factors for stunting and underweight among children aged 3—6 years in 15 counties of Jiangsu and Zhejiang Pro-vinces. Zhonghua Liu Xing Bing Xue Za Zhi, 506—50

Yesi Nurmalasari,Anggunan, Tya Wihelmia Febriany. (2019). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu Dan Pendapatan Keluarga Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-59 BulanJurnal Kebidanan Malahayti.

Yudianti, R. H. (2016). Pola Asuh Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Kabupaten Polewali Mandar. Jurnal Kesehatan Manarang, 21-25.

Yuwanti, Y., Mulyaningrum, F. M., & Susanti, M. M. (2021). Faktor –Faktor Yang Mempengaruhi Stunting Pada Balita Di Kabupaten Grobogan. Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 10(1), 74. https://doi.org/10.31596/jcu.v10i1.704.

Downloads

Published

2023-06-02

Issue

Section

Articles

Categories

How to Cite

Rianti, E. P., Liestyaningrum, W., & Rahman, Z. (2023). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan di Puskesmas Sei Lekop Kabupaten Bintan. Excellent Health Journal, 1(2), 48-61. https://doi.org/10.70437/excellent.v1i2.15

Similar Articles

1-10 of 59

You may also start an advanced similarity search for this article.