Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Drop Out Pada Penderita TB Paru Lansia Usia 60-69 Tahun
DOI:
https://doi.org/10.70437/excellent.v4i2.257Keywords:
Drop Out, Lansia (60-69 tahun), Pengetahuan, Jarak Rumah , Status Ekonomi, TB ParuAbstract
Tuberkulosis Paru (TB Paru) menjadi penyebab kematian ketiga setelah penyakit kardiovaskuler dan kanker. Penghentian pengobatan sebelum waktunya (drop out) merupakan penyebab utama kegagalan pengobatan tuberkulosis di Indonesia. Data dari berbagai publikasi kesehatan nasional menunjukkan bahwa angka kasus putus berobat mencapai sekitar 50% dari total kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian drop out pada penderita TB paru lansia usia 60-69 tahun di Wilayah kerja UPT Puskesmas Tambang tahun 2026. Penelitian dilakukan pada tanggal 20-26 Mei tahun 2026. Populasi penelitian ini adalah seluruh penderita TB Paru lansia usia 60-69 tahun yang tercatat di buku register tahun 2025 yaitu berjumlah 35 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dari penelitian Ali Imron (2020) yang terdiri dari 15 pertanyaan yang sudah dilakukan uji validitas dengan hasil tidak ada nilai r hitung dibawah nilai r tabel (nilai dikolom Corrected Item Total Correlation) artinya dikatakan valid. Nilai Cronbach Alpha yaitu 0,859 yang berarti ≥ 0,60. Analisis data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Berdasarkan uji statistik dengan uji chi-square, hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (p value = 0,009), status ekonomi (p value = 0,001) dan jarak rumah (p value = 0,006 dengan kejadian drop out pada penderita TB paru lansia usia 60-69 tahun di Wilayah kerja UPT Puskesmas Tambang. Diharapkan penderita wajib disiplin mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) setiap hari dan menyelesaikan masa pengobatan. Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya kekambuhan dan resistensi obat dan jika mengalami efek samping obat (seperti mual atau pusing), pasien dianjurkan segera berkonsultasi dengan dokter alih-alih menghentikan pengobatan secara sepihak.
Downloads
References
Ali Imron. (2021). Kejadian Putus Berobat Penderita Tuberkulosis Paru dengan Pendekatan DOTS. www.litbang.depkes.go.id .
Alsagaf H. dan Mukty H. A. (2020). Dasar-dasar Ilmu Penyakit Paru. 5thed. Airlangga University Press:Surabaya. p:73.
Arikunto. S. (2020). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Amala, A., & Cahyati, W. H. (2021). Drop Out Pengobatan Pada Tuberkulosis
Multidrug Resistant (TB MDR) Di Kota Semarang. Quality : Jurnal Kesehatan, 15(1), 24–36. Jurnal Kesehatan Quality
Atmaja, H. K., & Dramawan, A. (2022). Analisis Faktor–Faktor Penyebab Masalah Putus Obat Pada Program Kontrol Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas
Lombok Barat. Jurnal Kesehatan Prima, 8(2), 1345–1354.
Bina Farmasi dan Alat Kesehatan, (2022), Pharmaceutial Care untuk Penyakit Tuberculosis, Direktorat Bina Farmasi Kumunitas dan Klinik, Jakarta.
Bagian Farmakologi Klinik Fakultas Kedokteran UGM, (2021), Efek Samping Obat TB Paru, Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta
Borgdorff. M, et. al. (2022). The Official Journal of the International Union Against Tuberculosis and Lung Disease. Barcelona: Spain
Departemen Kesehatan. (2020). Pedoman Penanggulangan Tuberkulosis. 2 th ed. Jakarta : DepKes RI. p:3.
_____ .(2023). Lembar Fakta Tuberkulosis. Disampaikan dalam Rangka
Peringatan Hari TB Sedunia-24 Maret 2008. Jakarta.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia (2020). Pedoman Nasional penanggulangan Tuberculosis. DepKes RI. Edisi2, Cetakan 1
_____ . (2019). Pedoman penanggulangan nasional TBC. Jakarta: DepKes RI
Dinas Kesehatan Propinsi Riau. (2023). Profil Kesehatan Provinsi Riau 2020. Surabaya: DinKes Propinsi Riau
Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar. (2022). Registrasi Penderita TBC Tahun 20212Kampar : Dinkes Kab.Kampar
___ . (2025). Registrasi Penderita TBC Tahun 2024 : Dinkes Kab.Kampar
Fauziyah, Naili. (2021). Faktor yang Berhubungan dengan Drop Out Pengobatan pada Penderita TB Paru di Balai Pengobatan Penyakit Paru- paru (BP4) Salatiga
Gitawati, R dan Sediati. (2022). Studi Kasus Hasil Pengobatan Tuberkulosis Paru di 10 Puskesmas di DKI Jakarta 1996-2005. Jakarta: Cermin Dunia Kedokteran No.137.
Handayani Luh Titi. (2020). Buku Ajar Statistik Inferensial.
Hidayat, A. (2019). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis data. Jakarta: Selemba Medika.
Kusumo. (2020). Mikrobiologi Kedokteran. 23nd ed. Jakarta: Erlangga. p:325.
Kemenkes RI. (2023). Pedoman Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI.
Mukhsin. (2021). Tuberculosis 2007From Basic Science toPatient Care. www.TuberculosisTextbook.com.
Ningsih (2019). Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta: Sagung Seto.
Notoatmodjo. (2020). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Nasution. (2020). Konsep dan Penerapan Metodologi penelitian ilmu keperawatan. Jakarta: salemba medika.
Nainggolan. (2020). Pola Resisten mycobacterium Tuberculosis Terhadap Obat Anti Tuberculosis (OAT) Lini 1 Di Balai Pengobatan Penyakit Paru-paru (BP4) Purwokerto. Skripsi Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.
Padila. (2021). Buku Ajar Keperawatan Keluarga: Dilengkapi Aplikasi Kasus Askep Keluarga. Nuha Medika. Yogyakarta.
PDPI. Pedoman Diagnosis Dan Penatalaksanaan Tuberkulosis Di Indonesia, 2022. Available URL: http://www.klikpdpi.com/konsensus/tb/tb.html
Permatasari (2023). Pemberantasan Penyakit TB Paru dan Strategi DOTS. http//www.repository.usu.ac.id
Prabowo Rivangga D. R. (2019). Hubungan antara Peran keluarga Pengawas Minum Obat (PMO) dengan Kepatuhan Kunjungan Berobat pada Pasien Tuberculosis Paru (TB Paru) di Puskesmas Nogosari Boyolali.
Rusmini. (2019). Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Komputer Untuk Meningkatkan Penalaran Matematis Siswa SMA. Skripsi FP MIPA UPI.
Saryono. (2019). Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Mitra cendikia press
Setiadi. (2019). Konsep dan Proses Keperawatan Keluarga. Surabaya : Graha Ilmu.
Sudoyo. (2021). Konsep Dasar TB Paru. Poltekkes Surakarta.
Smeltzer, suzanne C. dan Bare, Brenda G, (2022), Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner dan Suddart (Ed.8, Vol. 1,2), Alih Bahasa Oleh AgungWaluyo.(dkk), EGC, Jakarta.
Susmaneli. (2020). Tuberkulosis Paru dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: PusatPenerbitan Departemen Penyakit Dalam Universitas Indonesia. pp:821-2.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung : CV Alfabeta.
Sholihah. (2022). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Berobat Penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Depok. Jurnal Respir Indo.Vo. 17.
WHO. (2020). Tuberkulosis Kedaruratan Global. www.tbcindonesia.or.id. (22 Januari 2017)
______ . (2022). Global Tuberculosis Report 2012. WHO Press. Geneva.
Widyaningsih, S., Kartini, K., & Haris, H. (2022). Faktor Yang Berhubungan Dengan Drop Out Pengobatan Penderita Tuberkulosis Paru. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, 10(2), 110-118
Widoyono. (2022). Global Tuberculosis Report 2022. WHO Press. Prancis.
Yaffri L. V., Catherine M. U., dan Ronald K. S. (2020). Uji BandingPenggunaan Pesan Singkat Telepon Genggam dan Metode Konvensional pada Pengawasan Minum Obat Penderita Tuberkulosis. UNIKA Atma Jaya. Jakarta.
Downloads
Published
License
Copyright (c) 2026 Elvin Yanti, M.Nizar Syarif Hamidi, Dhini Anggraini Dhilon (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





