Rasionalitas Penggunaan Obat Antibiotik Profilaksis Pada Pasien Bedah Sesar

Authors

  • Muhammad Iqbal Maulidin Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Akbidyo Author
  • M. Alif Fajri Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Akbidyo Author
  • Aji Tetuko Author

DOI:

https://doi.org/10.70437/excellent.v4i2.249

Keywords:

Antibiotik Profilaksis, Bedah Sesar, Cefazolin, Metode Gyssens, Rasionalitas

Abstract

Penggunaan antibiotik profilaksis pada tindakan bedah sesar bertujuan untuk mencegah infeksi luka operasi. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko resistensi bakteri dan menurunkan efektivitas terapi. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis agar sesuai dengan pedoman terapi yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar di RSUD Panglima Sebaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non-eksperimental dengan desain deskriptif observasional dan pengambilan data secara retrospektif menggunakan rekam medis pasien periode Januari–Desember 2025. Penelitian dilaksanakan pada 03 Maret-03 April 2026. Populasi penelitian sebanyak 223 pasien bedah sesar, dengan sampel 143 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Evaluasi rasionalitas dilakukan berdasarkan parameter tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan metode Gyssens. Kelompok usia terbanyak adalah 20–35 tahun sebesar 76,22%. Antibiotik profilaksis yang paling banyak digunakan adalah cefazolin sebesar 65,03%, diikuti ceftriaxone 32,17%, clindamycin 2,10%, dan cefotaxime 0,70%. Hasil evaluasi rasionalitas menunjukkan ketepatan indikasi sebesar 97,90%, ketepatan pasien 100%, ketepatan obat 65,03%, dan ketepatan dosis 99,30%. Berdasarkan metode Gyssens, penggunaan antibiotik rasional sebesar 65,03%, sedangkan 34,97% termasuk tidak rasional karena terdapat alternatif antibiotik dengan spektrum yang lebih sempit. Penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar di RSUD Panglima Sebaya sebagian besar telah rasional berdasarkan metode Gyssens. Cefazolin menjadi antibiotik yang paling banyak digunakan dan paling sesuai dengan pedoman terapi sebagai profilaksis bedah sesar. Evaluasi penggunaan antibiotik secara berkala perlu dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pedoman dan rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

  • Muhammad Iqbal Maulidin, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Akbidyo

    Muhammad Iqbal Maulidin is an undergraduate student in the Bachelor of Pharmacy Study Program, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Akbidyo, Yogyakarta, Indonesia. His research interests include clinical pharmacy, hospital pharmacy, and rational use of medicines

References

ACOG. (2018). Clinical Management Guidelines for Obstetrician – Gynecologists Use of Prophylactic Antibiotics in Labor and Delivery. The American Collage of Obstertricians and Gynecologists, 132(120), 103–119.

Bratzler, D. W., Dellinger, E. P., Olsen, K. M., Perl, T. M., Auwaerter, P. G., Bolon, M. K., Fish, D. N., Napolitano, L. M., Sawyer, R. G., Slain, D., Steinberg, J. P., & Weinstein, R. A. (2013). Clinical practice guidelines for antimicrobial prophylaxis in surgery. Surgical Infections, 14(1), 73–156. https://doi.org/10.1089/sur.2013.9999

Husnawati, Wahyuni, N., Muharni, S., Aryani, F., & Djohari, M. (2022). Analysis of the Accuracy of Using Prophylactic Antibiotics in Cesarean Surgery Patients. Journal Of Pharmacy and Science), 5(2), 92–97.

Lukito, J. I. (2019). Antibiotik Profilaksis pada Tindakan Bedah. Analisis-Cermin Dunia Kedokteran, 46(12), 777–783.

Monica, A., Ramdhany, M. W. P., & Putra, M. S. P. (2024). Analisis Penggunaan Antibiotik Profilaksis pada Pasien Bedah Sesar (Sectio Caesarea). Biocity Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community, 2(2), 59–66. https://doi.org/10.30812/biocity.v2i2.3326

Nida Nurhidayah,, Sunarti, I. Y. K. (2021). Evaluasi Penggunaan Antibiotik Profilaksis pada Pasien Bedah Sesar ( Sectio Caesarea ) di RSUD Prof . Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM) Purwokerto, Indonesia, 06 Oktober 2021, 390–396.

Novietaningtyas, W., Kurniasih, S., Fhatonah, N., Farmasi, S. T., & Tangerang, M. (2018). EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN OPERASI SESAR (Sectio caesarea) DI RSUD KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2018. Nuriyatul Fhatonah Farmagazine, VII(2), 68–74.

Permenkes. (2021). Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik (Peratyran, Vol. 28).

POGI. (2013). Antibiotik Profilaksis Pada Pembedahan Obstetri - Ginekologi (2013th ed.). Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia.

Purwaningsih, A. E. D. A., Chandra, S. W., & Harsono, S. B. (2023). Kajian Penggunaan Antibiotik Profilaksis Pada Pasien Bedah Cesar Di Rsud Ibu Fatmawati Soekarno Kota Surakarta Tahun 2020. Journal Pharmacopoeia, 2(1), 54–64. https://doi.org/10.33088/jp.v2i1.352

Riskesdas. (2018). Laporan Riskesdas 2018 Nasional.pdf. In Lembaga Penerbit Balitbangkes (p. hal 156). https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514/1/Laporan Riskesdas 2018 Nasional.pdf

Silviatul Amalia, W. I. A. (2025). Faktor yang berhubungan dengan persalinan sectio caesaria. KESEHATAN TAMBUSAI, 6, 9462–9472. https://doi.org/10.56922/mchc.v4i2.506

WHO. (2021). Prophylactic antibiotics for women undergoing caesarean section. https://apps.who.int/iris/handle/10665/341865

Downloads

Published

2026-06-30

Issue

Section

Articles

Categories

How to Cite

Maulidin, M. I., Fajri, M. A., & Tetuko, A. (2026). Rasionalitas Penggunaan Obat Antibiotik Profilaksis Pada Pasien Bedah Sesar. Excellent Health Journal, 4(2), 156-161. https://doi.org/10.70437/excellent.v4i2.249

Similar Articles

11-20 of 55

You may also start an advanced similarity search for this article.