Hubungan Motivasi Kerja Perawat Dengan Kepatuhan Pelaksanaan Surgical Safety Checklist

Authors

  • Oktaria Nengsih Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Author
  • Putri Eka Sudiarti Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Author
  • Agus Riawan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Author

DOI:

https://doi.org/10.70437/excellent.v4i2.217

Keywords:

Surgical Safety Checklist, Motivasi Kerja Perawat Bedah, Ruang Bedah

Abstract

Keselamatan pasien menjadi masalah utama yang harus diperhatikan di rumah sakit karena masih banyaknya Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) dan Kejadian Nyaris Cedera (KNC). Risiko kecelakaan sangat tinggi terjadi pada tindakan pembedahan apabila pelaksanaanya tidak sesuai standar prosedur operasional yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi kerja perawat dengan kepatuhan pelaksanaan surgical safety checklist di Ruang Bedah Aulia Hospital. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 05-15  Januari 2026. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat bedah yang bertugas di Ruang Bedah Aulia Hospital yang berjumlah  30 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh perawat bedah yang bertugas di Ruang Bedah Aulia Hospital yang berjumlah  30 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner motivasi kerja perawat dan kuesioner penerapan surgical  safety checklist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat responden yang motivasi kerjanya kurang yaitu sebanyak 18 orang (60 %), dan responden yang tidak patuh terhadap pelaksanaan Surgical Safety Checklist (SSC) yaitu sebanyak  16 orang (53,3 %). Hasil uji statistik Chi-Square (X²) didapatkan ada hubungan yang signifikan antara motivasi kerja perawat dengan kepatuhan pelaksanaan surgical safety checklist dengan P value 0,004. Diharapkan perawat dapat meningkatkan motivasi kerja untuk meningkatkan keselamatan pasien terutama di ruang bedah dengan cara mengisi lembar  surgical  safety checklits dengan lengkap.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Allender, J. A., & Spradley, B. . (2001). Community health nursing:Concept and practice. Philalphia: Lippincott.

Arikunto, S. (2010). Metodologi Penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka.Depkes RI. (2015). Pedoman Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit (Patient Safety) Edisi III. Jakarta: Depkes RI

Desilawati & Alini. (2019). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Perawat Dalam Mengidentifikasi Pasien Denga n Pelaksanaan Identifikasi Pasien di Ruang Rawat Inap Aulia Hospital Pekanbaru

Hasanah, R. (2020). Hubungan Motivasi Dengan Peran Perawat Dalam Peningkatan Keselamatan Pasien. Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai, 5(1), 1–8.

Hidayat. (2008). Riset Keperawatan Dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta : Salemba Medika

Ivancevich, John, M, dkk. (2008). Perilaku dan Manajemen Organisasi, jilid 1 dan 2 Jakarta : Erlangga

Kemenkes RI. (2015). Buku Pedoman Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit. Edisi 3 : Jakarta

Kementerian Kesehatan RI. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Keselamatan Pasien. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI

Komite Keselamatan Rumah Sakit (KKP-RS) PERSI. (2008). Pedoman Insiden Keselamatan Pasien (IKP) (Patient Safety Incident Report) Edisi 1. Jakarta

Komite Keselamatan Rumah Sakit (KKP-RS) PERSI. (2011). Pedoman Insiden Keselamatan Pasien (IKP) (Patient Safety Incident Report) Edisi 2. Jakarta

KPPRS. (2015). Pedoman Pelaporan IKP. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Manurung, S., Wulandari, S. M., Siswani, M., & Aminah, S. M. (2023). Motivasi Dan Kepatuhan Perawat Dalam Penerapan Sasaran Keselamatan Pasien Resiko Jatuh. Binawan Student Journal (BSJ), 5(2), 18–23

Murti, B. (2014). Desain dan ukuran sampel untuk penelitian kesehatan. Edisi 2. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Muslihin. (2016). “Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Penerapan Surgical Patient Safety Fase Time Out Di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Gombong”. Gombong: Stikes Muhammadiyah Gombong

Notoatmodjo S. (2012). Promosi Kesehatan dengan Perilaku Kesehatan . Jakarta: PT Rineka Cipta.

Nurdiana, (2018). Hubungan Motivasi Perawat Dengan Kepatuhan Pendokumentasian Surgical Safety Cheklist Di Ruang Instalasi Bedah Rumah Sakit wilayah Makasar.

Permenkes. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Keselamatan Pasien. Kesehatan, 87(1,2), 149–200.

Rachmawaty, R., Yusuf, S., & Karniawan, W. (2020). Penerapan Check List Keselamatan Bedah Who: Literatur Review. Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), 6(2), 252–260

Rahma, J. (2022). Sistem Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien Sebagai Upaya Budaya Keselamatan Pasien Di Rumah Sakit. Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents, 1(5), 931–938.

Raymound S. Utama Simas, Ida Faridah, & Lastri Mei Winarni. (2022). Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap dengan Penerapan Keselamatan Pada Pasien Di RSUD Kota Tangerang. Jurnal Kesehatan Panrita Husada, 7(1), 37–52.

Rohman, Fathur. (2017). “Hubungan Motivasi perawat dengan Kepatuhan Penerapan Surgical Patient Safety Pada Pasien Operasi di Instalasi Bedah Sentral RSUD Batang. Batang: Universitas Ngudi Waluyo

Setiawati, Harini. (2015). Hubungan Pengetahuan Tim Bedah terhadap Kepatuhan Penerapan Surgical Pasient Safety Pada Pasien Operasi Bedah Mayor Di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedirman Kebumen. Gombong

Siswandi, I., Sinaga, P., & Ibrahim, I. (2024). Hubungan Motivasi Perawat dengan Tingkat Kepatuhan Perawat dalam Melaksanakan Prosedur Tetap Pemasangan Infus. Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice, 6(2), 49.

Subyanto. (2009). "Karakteristik Individu, Karakteristik Perkerjaan, Karakteristik Organisasi dan Kepuasan Kerja Pengurus yang Dimediasi oleh Motivasi Kerja". Jurnal Manajemen.Vol.11,No. 1, hal 11-19.

Puteri, A. D., & Yuristin, D. (2023). Hubungan Tingkat Kejenuhan Kerja Dengan Stres Kerja Pada Perawat Ruang Rawat Inap Di RSUD Bangkinang. KOLONI, 2(2), 508-516.

Wicaksana, D. (2014). Panduan Surgical Safety Checklist Rs. Baptis Batu Tahun 2014. Batu: RS.Baptis Batu

Widyaningtyas. (2017). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Perawat Dalam Pendokumentasian Asuhan Keperawatan. Diakses pada tanggal 12 oktober 2025

Winarno, A. (2023). Universitas Kusuma Husada Surakarta Hubungan Antara Motivasi Kerja Perawat Dengan Kepatuhan Pelaksanaan Surgical Safety Checklist Di Instalasi Bedah Sentral Rsud Dr . Moewardi. 50, 1–7.

World Health Organization. (2020). World Alliance For Patientv Safety Implementation Manual Who Surgical Safety Checklist (First Edition) Safe Surgery Saves Lives. New York: McGraw-Hill

Downloads

Published

2026-06-05

Issue

Section

Articles

Categories

How to Cite

Nengsih, O. ., Sudiarti, P. E. ., & Riawan, A. (2026). Hubungan Motivasi Kerja Perawat Dengan Kepatuhan Pelaksanaan Surgical Safety Checklist. Excellent Health Journal, 4(2), 26-33. https://doi.org/10.70437/excellent.v4i2.217

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1-10 of 103

You may also start an advanced similarity search for this article.