Relationship Between Environmental Sanitation And Flies Density Levels In The Inpres Market Bangkinang City
DOI:
https://doi.org/10.70437/excellent.v3i2.147Keywords:
fly density, traditional market, environmental sanitationAbstract
According to the World Health Organization (WHO), more than 700,000 deaths are recorded every year worldwide, some of which are transmitted via fly vectors, which cause 17% of all infectious diseases. The aim of this research is to determine the relationship between environmental sanitation and the level of fly density at the Bangkinang City Presidential Market in 2023. This research is an observational research, with a cross sectional approach, the research was conducted on 25-30 November 2023. The population in this research was 58 chicken, fish and meat traders. The sampling technique was carried out by total sampling. The measuring tool used is an observation sheet and the fly density measuring tool is a flygrill. The analysis used is univariate and bivariate, processed using a computerized system. The data obtained were analyzed using the Chi-Square test. The results of the research show that there is a relationship between environmental sanitation p value = 0.002 and the level of fly density at Bangkinang Inpres Market. This research hopes that traders will pay more attention to the condition of the rubbish that is still lying around, especially vegetable traders, to throw rubbish in the right place so as not to cause flies to breed.
Downloads
References
Angriana, F., & Puteri, A. D. (2021). Faktor-faktor Yang Berhubungan dengan Hygiene Sanitasi Lingkungan Pasar Tradisional Pada Petugas Kebersihan Pasa di Kabupaten Kampar. 2(September), 252–261.
Ardiansyah, I., Wispriyono, B., Werdiningsih, I., & Amalia, R. (2019). Variasi Warna Pipet pada Stik Perangkap Lalat terhadap Jumlah Lalat yang Tertangkap Straw Colour Variation of Fly Sticky Trap on Number of Catched Flies. Jurnal MKMI, 15(2), 188–194. journal.unhas.ac.id.
Ariana, R. (2016). Hubungan Antara Sanitasi Lingkungan Pasar Dengan Kepadatan Lalat di Pasar Pagotan Kecamatan Geger Kabupaten Madiun.
BPS. (2020). Direktori Pasar dan Pusat Perdagangan 2020.
Kurniawati Snoputranto. (2014). lalat vektor penular penyakit.
Limbong, R. R. (2021). Analisis Sistem Pengelolaan Sampah dan Sanitasi Pasar Sehat serta Keluhan Kesehatan Pedagang di Pasar Percontohan Pangururan Tahun 2021.
Merylanca et al. (2012). Hubungan tingkat kepadatan lalat (Hubungan Tingkat Kepadatan Lalat (Musca Domestica) Dengan Kejadian Diare Pada Anak Balita Di Permukiman Sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah Namo Bintang Kecamatan Batu Kabupaten Deli Serdang Tahun 2012, 4(1).
Muhammad, et al. (2018). Kebersihan Sanitasi Lingkungan.
Nurul, C., & Wasid, I. M. (2014). Ilmu kesehatan masyarakat : teori dan aplikasi.
Patel, & Goyena, R. (2019). pasar tradisional tahun 2013. Journal of Chemical Information and Modeling, 15(2), 9–25.
Permendag. (2017). Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 37/M-DAG/PER/5/2017 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembangunan Dan Pengelolaan Sarana Perdagangan. Permendag.
Permenkes. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 50 Tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan untuk Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit Serta Pengendaliannya.
Plaza, B. (2022). Jumlah Pedagang Pasar Inpres Bangkinang.
Putri, E. A., Nurweni, S., SST, T. P., & Jayadi, H. (2021). Hubungan Antara Sanitasi Lingkungan Pasar Dengan Kepadatan Lalat Di Pasar Tradisional Pagotan Kecamatan Geger Kabupaten Madiun Tahun 2021. Jurnal Poltekkes Surabaya, 1(69), 5–24.
Rahayu, S. D. (2019). Efektivitas Variasi Limbah Buah Sebagai Atraktan Pada Eco-Friendly Fly Trap Terhadap Jumlah Dan Jenis Lalat Terperangkap (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta). 46–70.
Rahmi, R., Isnaeni, L. M. A., & Luthfi, A. (2021). Hubungan Sanitasi Kandang Ayam Dengan Kepadatan Lalat Di Perumahan Desa Ridan Permai Tahun 2021. Jurnal Kesehatan Tambusai, 2(3), 188–194. https://doi.org/10.31004/jkt.v2i3.2264
Rangkuti, A. F., Musfirah, M., & Febriyani, F. (2020). Kajian pengetahuan, sikap dan persepsi pedagang tentang kualitas kesehatan lingkungan pasar. Jurnal Kesehatan, 227–239.
Rosa, Y. (2016). Hubungan Sanitasi, Jarak Rumah, dan Kepadatan Lalat dengan Kejadian Diare (Studi di Desa Kedungdalem Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo). Skripsi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, 1–124.
Sidhi, A. N., Raharjo, M., Astorina, N., Dewanti, Y., Lingkungan, B. K., Masyarakat, F. K., & Diponegoro, U. (2016). Bakteriologis Air Bersih Terhadap Kejadian Diare. 4.
Susilowati, A. (2017). Lalat di Pasar Tradisional Kecamatan Tembalang ( Studi di Pasar Mrican dan Pasar Kedungmundu Kecamatan Tembalang ). 3.
Syahputro, A. S. (2018). Hubungan Pengelolaan Sampah Dengan Tingkat Kepadatan Lalat Di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Kota Madiun. 73.
Yulianto, K. (2022). Strategi Pengembangan Pasar Tradisional yang Dikelola Pemerintah Menuju Pasar Sehat Di Kota Pekanbaru Provinsi Riau.
Yunanda, F., Selviana, & Tedy Dian Pradana. (2015). Gambaran Kondisi Sanitasi Pasar Tradisional di Kota Pontianak Tahun 2015 (Studi Kasus Pasar Flamboyan dan pasar Mawar). 2015(34), 129–152. https://doi.org/10.12816/0027279
Downloads
Published
License
Copyright (c) 2025 Sofi Asri Rahayu, Dessyka Febria, Ade Dita Puteri (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





